Tahukah Anda, menurut Direktur Pengendalian Penyakit Tidak
Menular Kementerian Kesehatan RI,
bahwa Indonesia menduduki
peringkat ketiga setelah Cina dan India dalam mengkonsumsi
rokok? Padahal menurut WHO setiap 6
detik satu orang mati karena rokok. Bahkan data terbaru menyebutkan bahwa dalam
setiap satu detik satu nyawa melayang akibat rokok. Dalam salah satu tulisan
John Crofton dan David Simpson, pada tahun 2030 diperkirakan bahwa tembakau
yang dihisap dalam rokok akan menjadi pembunuh utama umat manusia. Menurut
beberapa survey kesehatan orang yang merokok mempunyai resiko kematian 20
hingga 25 tahun lebih cepat dibandingkan orang yang tidak merokok sama sekali.
Menjadi sebuah ironi karena seiring banyaknya informasi tentang bahaya merokok,
justru peningkatan jumlah perokok semakin menjadi. Lebih ironis lagi 70%
perokok adalah generasi muda yang notabene
menjadi tumpuan harapan bangsa di masa depan.
Bagi sebagian orang merokok adalah ‘kenikmatan’. Bahkan
ada yang merasa tidak kenyang rasanya habis makan bila tidak diikuti dengan
menghisap sebatang rokok. Lebih ekstrim lagi sebagian orang merasa merokok
adalah hak individu yang tidak boleh diganggu, sehingga kurang memiliki
kesadaran bahwa merokok selain dapat merusak kesehatan dirinya sendiri juga
justru membahayakan kesehatan orang lain.
Dalam asap yang dikeluarkan melalui rokok terdapat sekitar
4.000 bahan kimia berbahaya. Asap ini terbagi dua, yaitu asap utama (main
stream smoke) yang keluar dari pangkal rokok dan asap sampingan (side
stream smoke) yang keluar dari ujung rokok. Zat-zat berbahaya tersebut
meliputi aseton (cat), ammonia (pembersih lantai), arsen (racun), butane (lighter fuel /bahan bakar ringan),
kadmium (aki mobil), karbon monoksida (asap knalpot), DDT (insektisida). Selain
itu juga hidrogen sianida (gas beracun), methanol (bensin roket), naftalen
(kamper), toluene (pelarut industri), vinil klorida (plastik), dan masih banyak
lagi. Dan zat-zat yang berbahaya ini akan menimbulkan gangguan kesehatan antara
lain gangguan pada paru, yaitu penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang
meliputi bronkhitis kronik dan
emfisema. Selain itu juga dapat memicu kanker paru, penurunan faal paru, dan penyakit paru lainnya.
Tidak hanya itu, para perokok juga dapat terancam berbagai jenis kanker lain
seperti kanker mulut yang berpotensi lima kali lebih besar, kanker tenggorok
sembilan kali lebih besar, kanker kandung kemih dua hingga tiga kali lebih
besar, kanker bibir, pipi, lidah, kanker pankreas, esofagus, dan kanker leher
rahim.
Pada wanita hamil, rokok bisa menyebabkan keguguran,
gangguan tumbuh kembang anak dan penyakit lain pada anak, gangguan oksigen
janin, dan gangguan enzim pernapasan. Bagi seorang wanita hamil yang menghisap
rokok 10 batang per hari, maka kemungkinan anaknya akan menderita asma dua kali
lebih besar dari wanita yang tidak merokok.
Itu bahaya bagi si perokok, lalu bagaimana dengan orang
bukan perokok tapi terpapar asap rokok? Ternyata menghirup asap rokok orang
lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang
harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Menurut Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
(IAKMI), sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke
tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko
masuk ke tubuh orang di sekelilingnya. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh
perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok
aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif
terfilter melalui ujung rokok yang dihisap.
Apa yang harus kita lakukan?
Ketahuilah, bahwa semua bahan berbahaya dalam rokok tadi adalah radikal bebas.
Radikal bebas harus ditanggulangi dengan antioksidan. Salah satu solusi aman
dan murah untuk menetralisir radikal bebas dari dalam tubuh adalah dengan
mengkonsumsi SHAD PRODET sebuah kapsul herbal yang mengandung bahan
antioksidan, vitamin dan mineral alami, tokoferol (vitamin E), betacaroten,
kurkuminoid, flavonoid (anti kanker), retinal (vitamin A), minyak atsiri,
citric, acid, pernenol dan gingerol. Dengan kandungan bahan-bahan tersebut SHAD
PRODET sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan
peredaran darah, menetralkan racun akibat radikal bebas secara alami, serta
membentuk serat elastis pada kulit sehingga kulit menjadi lebih kenyal, lembut
dan halus sehingga tampak lebih awet muda. SHAD PRODET sangat cocok bagi
perokok, pekerja pabrik, pengendara kendaraan bermotor juga tepat bagi wanita
yang aktif. Dan yang paling penting lagi
biasakan hidup sehat, stop merokok, dan perkuat daya tahan tubuh dengan
obat-obatan yang aman. (HRM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar